Nice Shock Therapy

June 25th, 2009 by b-man

Gw dapet shock therapy yang indah….gw dah jadi seorang AYAH!!!

Gw jadi dikenalkan dengan dunia yang baru…ada yang menangis di samping gw saat tidur…tangisan bagaikan seorang rocker sejati digabung dengan senandung pedangdut tulen dan penyanyi opera…suara yang menggema…Berisik?? yup!! tapi bagi gw itulah suara terindah saat pertama sang bayi lahir…

Nice shock therapy…karena bagi gw ini seakan ngebangun\in gw dari masa kekanakan gw…”Lo tuh dah harus berfikiran dewasa!!” seperti disentakan dengan kehadiran seorang bayi yang pnuh kepolosan. Ga pernah gw senikmat itu dikejutkan…

Hehehe perasaan itu lebih dari 100 kali orgasme yang digabungkan…karena waktu sang bayi lahir gw melihat prosesnya, ngebantu prosesnya….satu hal yang gw harapkan…”selamatkan anakku dan istriku…biarkan dia menangis selantangnya untuk membangunkan dunia dan biarkan istriku bisa menyusuinya dengan tenang”…saat dia menangis pertama kalinya gw juga menangis seperti anak kecil lagi…menangis bahagia…

Biar aja gw dibilang cengeng saat itu…so what…

Anak gw diberi nama Arrevo Ray Brafiadi…kalo ada yang bingung apa itu artinya….silakan tanya gw…

Alhamdulillah…

Nice End !!!

September 23rd, 2008 by b-man

Dalam hitungan hari, unit yang selama 2 tahun lebih gw pegang bakalan ditutup karena kontrak perusahaan gw dengan pemilik lokasi tidak akan diperpanjang dan gw akan dimutasi ke tempat lain….well it’s Ok, not my fuckin’  problem…cuma gw cukup bingung dengan nasib karyawan gw yang udah gw bina selama ini.

Mereka ngebantu gw saat gw mempertaruhkan posisi dan pekerjaan gw disini, ngebuat sesuatu yang tidak pernah diacuhkan oleh orang lain menjadi unit yang spektakuler dengan kondisi yang terbatas bahkan mereka care ngasih gw motivasi saat  kita terhambat masalah.

Yup kita membuat lokasi pekerjaan dan mess sebagai rumah kedua, dan rekan kerja sebagai adik maupun kakak, seluruh masalah pekerjaan didiskusikan bersama dalam kondisi santai di atas meja karambol, catur, kartu dll dimalam hari, bikin nasi liwet+ikan asin bareng2 saat perusahaan bikin keputusan ‘tidak boleh lagi ada kantin’.

Alhamdulillah…dari urutan paling buncit kita bisa melesat sampai sepuluh besar se-Indonesia, ngebuat semua yang pernah berfikir kita adalah anak bawang sekarang harus berfikir dua kali klo mo ngomong spt itu lg.

Kekeluargaan merupakan satu hal yang gw sering tanamkan disini. Kadang sampai karyawan gw nanya, kenapa gw nggak pernah marah saat mereka salah. Hehehe gw cuma bilang, gw nggak mau buang2 energi untuk sesuatu yang nggak penting…apa dengan gw marah2in mereka semuanya akan menjadi benar? Kalau menurut gw yang penting kasih tahu saat mereka salah, gak usah pake emosi. Kasih ucapan terima kasih saat mereka melakukan hal sesai dengan instruksi mereka. Toh sebenarnya merekalah yang memeras keringat untuk hal itu.

Kadang orang lupa jika bawahan adalah manusia, bukan mesin. Kita lebih sering memberikan pujian terhadap binatang peliharaan kita daripada kepada bawahan kita. Kita lebih banyak mengucapkan terima kasih terhadap atasan kita, daripada terhadap orang yang sudah mengeluarkan keringat untuk kita. Kadang itulah yang membentuk orang hanya loyal terhadap uang, bukan loyal terhadap manusia…apalagi Tuhan.

Hehehe…akhirnya gw sekarang bisa bernafas lega. Bisa mengakhiri smua sesuai dengan janji gw. Janji gw kepada seluruh karyawan maupun staff gw.

Mungkin gw bukanlah seorang atasan yang layak dicontoh oleh orang2 lain, karena sikap gw yang ‘terlalu cuek’ dan ‘terlalu dekat’ menurut boss gw. Tapi gw cuma pengen ngingetin diri gw sndiri bahwa semua manusia sama seperti kita, dan jika kita ingin dihargai dan dibantu maka hargai semua orang dan jangan pernah ragu untuk tersenyum berkata terima kasih…hal itu akan membawa perubahan yang sangat besar di dalam hidup.

Gw cuma mo bilang terima kasih untuk semua yang mereka lakukan dan usahakan bersama gw selama ini. Dan kita bisa mengakhiri semua dengan perasaan lega. Thanks for all your support my friends

Sabaaaaaarrrr

June 20th, 2008 by b-man

2 minggu yang lalu kakak gw masuk rumah sakit, opname gara2 thypus, sekitar 1 minggu. Minggu lalu mobil istri gw ketabrak ma truk container ampe ancur. 3 hari yang lalu ’si Kukut’ ,mobil katana dinas gw, tiba2 blok mesinnya jebol. Padahal baru di tune-up, ganti oli, air radiator penuh, dll.

Hmm mo tau tanggapan boss gw? ‘Kamu gak bisa ngurus mobil, gak pernah ganti oli, gak pernah diliat radiatornya, mobil kamu kotor, kamu emang jorok!’

Hehehe…kadang lucu juga klo diinget2, saat kita sedang kena cobaan musibah, ada aja orang yang ngetes kesabaran kita.

Gw inget dulu hampir nusuk atasan dengan bulpen gara2 mulutnya kalo marahin orang gak kontrol. Emang sih dah biasa kalo kita dimarahin atasan, cuma jangan sampai menghakimi secara pribadi.

But thanks to Mang Jaen, karyawan di Sukabumi yang paling sabar, tangan gw dipegang dan sambil berbisik langsung disuruh istighfar.

Kmaren ibu gw bilang, coba ambil hikmahnya dari semua kejadian ini. Saat kita sedang tertimpa musibah itulah justru yang menentukan kita kedepannya seperti apa. Kalau kita menyerah, ya sudah seperti itu saja, tapi kalau kita tegar kita malah bisa berfikir untuk mengatasi masalah ini.

Yup positif thinking aja…mungkin dengan seperti ini toh gw malah jadi nambah temen, montir bengkel, yang ngasih gw ilmu tentang mesin secara ikhlas.

Kesabaran gw lagi diuji man…tapi disitulah kita liat tingkat kesabaran dan pengembangan diri kita untuk bertahan menghadapi tekanan hidup. Dan gw selalu melihat dari sisi lucunya, bagi gw hidup ini seperti lawakan yang gak ada habisnya…kita nikmati aja sambil berjuang.

O ya…katanya orang Indonesia itu selalu menganggap semuanya positif kok…untung kakak gw dah pulang ke rumah, untung istri gw cuma benjol doang walaupun mobilnya ringsek, untung mobil gw rusak jadi ketemu temen2 baru.

Senyum Donk…!!!

April 14th, 2008 by b-man

Apa sih guna senyum sebenarnya?? Satu pertanyaan mudah tapi susah dijawab. Tadi gue dapet pertanyaan seperti itu plus jawaban sederhana dari orang yang mengundurkan diri dari tempat gue…emang rada gak nyambung sih jawabannya.

Ternyata sodara2 senyuman itu menyehatkan diri sendiri dan orang lain…(kok bisa??). Yup…walaupun kita dimarahin oleh atasan ternyata respon yang berbeda nyata diperoleh oleh orang yang dimarahin oleh atasan yang suka senyum dengan atasan yang sering cemberut…(hehehe mulai sok ilmiah deh).

Respon membangun diri karyawan diperoleh dari atasan yang murah senyum. Mereka merasa bahwa pekerjaan mereka merupakan tanggung jawab serta rasa berbagi dan saat atasan menegur mereka berarti memang ada kekurangan yang harus diperbaiki dari diri mereka. Rasa malu diri biasanya memang terbangun dengan cara seperti itu, dan rasa segan yang muncul dari karyawan bukan berangkat dari rasa takut.

Respon negatif diperoleh karyawan dari atasan yang emang hobinya ngomel dan cemberut. Mereka merasa atasan selalu mencari celah kesalahan kerja dan menurut pandangan mereka semua pekerjaan yang dilakukannya selalu salah. Pekerjaan bagi mereka menjadi sebuah beban yang ujung2nya membuat mereka frustasi…(katanya frustasi mendekati sakit jiwa). Dan akhirnya berjuta sumpah serapah diberikan secara ikhlas bagi atasannya itu…gila gak…Malin Kundang aja disumpahin satu orang bisa jadi batu…apalagi atasan yang disumpahin lebih dari satu orang…puluhan bahkan ratusan…bener sih jadi batu juga, tapi terutama hatinya yang makin membatu.

Hebat ya?? ternyata efek psikologis dari sebuah senyuman benar-benar berpengaruh. Padahal menurut gue pribadi apa susahnya untuk tersenyum, gak ngabisin energi, gak perlu ngumbar emosi bahkan saat kita sendiri emosi hal itu berpengaruh jg…dengan kita terseyum emosi malah bisa dikontrol.

Hehehe ternyata hari ini gue bisa mendapatkan pencerahan dari orang yang gak gue kira bisa ngambil kesimpulan seperti itu…hebat euy.

Jadi tersenyumlah pada orang disekitar anda, nggak ada ruginya kok…malahan itu sangat membantu anda dan orang lain.

Masalah lagi….

January 25th, 2008 by b-man

Saat kita menghadapi tembok, apa yang kita lakukan…berbalik, berputar mengelilingi, memanjat dan meloncati, atau menghancurkannya dan membuat lubang untuk dilalui??

Seperti itulah pilihan hidup dalam menghadapi suatu masalah, banyak sekali sebenarnya pilihan untuk memecahkannya. Tapi kadang kita dihadapkan dengan satu kendala…waktu…untuk memikirkan cara pemecahan masalah itu membutuhkan waktu, tapi terkadang masalah tidak akan menunggu waktu. Jadi kitalah yang harus bisa memikirkan pemecahan masalah tersebut dengan waktu yang ada…walaupun hanya sedetik…

Sedetik, yang bener aja??!! Bisa aja kok…ga percaya??

Saat kita naik motor/mobil pengambilan keputusan untuk menghindar kekanan atau kekiri atau justru menabrakkan diri itu waktunya kurang dari sedetik…dan itu menyangkut nyawa dan masa depan kita…pengambilan keputusan itu bukan hanya berdasarkan naluri atau feeling aja kok…karena hal itu udah terekam dengan baik di otak kita saat mengendarainya…coba aja bayangin jarak antara perut dengan pantat kita yang gak lebih dari setengah meter pas naik kendaraan kita bisa ngerasain jarak pantat dengan perut itu lebih dari 1 meter…berapa jauh kita harus menghindar atau berapa jarak kita harus menginjak rem…

Ternyata sama kok dengan hidup ini, kadang kita diharuskan berfikir dengan waktu yang sedikit padahal perasaan kita bilang ‘gila aja, masa gue harus mikirin ini harus diburu-buru sih’. Hehehehe…hayo ngaku pasti ada yang ngerasa seperti itu juga kan?? (Gue juga sama kok :P ). Tapi coba jangan dulu beranggapan seperti itu…karena kalo kita lagi jenuh dengan sesuatu juga kita pasti bisa ngerasain waktu itu lambat banget, atau saat kita lagi have fun yang kita rasain knapa waktu itu cepet banget berlalu…Nah kenapa kita nggak lakukan hal yang sama seperti itu…cuma kita lakukan kebalikannya…

Yup…waktu itu nggak akan nungguin kita, tapi kita bisa bersugesti bahwa waktu itu lambat berjalan…dan kita bisa mempermainkan waktu sesuai dengan keinginan kita…dan waktu yang tersedia selalu cukup walau cuma sedetik…

Susah ya?? emang…tapi…gue selalu bilang ‘gua coba’, jadi walau sesusah apapun masalah yang gue hadapi saat kita coba kita bisa tau inti dan dimana letak masalahnya…dan untuk bilang ‘gue coba’ nggak sampai satu detik (kecuali ngomongnya sambil lari sprint)…

Jadi untuk ngambil sebuah keputusan dan memecahkan masalah itu cuma dibutuhkan keinginan aja kok…dan tahu resikonya…That’s all

Gimana Nanti Aja Deh

January 1st, 2008 by b-man

‘Gimana nanti aja deh…’, itu kata yang sering gw denger dari temen2 gw. ‘Gimana nanti…’ kayanya kita terlalu pasrah ma keadaan…knapa nggak dibuat ‘Nanti Gimana??’ jadi kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dari awal…kita bisa melakukan tindakan preventif untuk mencegah hal2 yang tidak diinginkan.

Gw sadari hal ini dari kata2 temen kuliah gw, yang dengan nyolotnya marah2in gw gara2 bilang ‘Gimana nanti’…sampe sekarang gw masih inget akan hal itu…dan bikin gw berpikir (terlalu) panjang dalam ngambil keputusan.

Yup…cepat mengambil keputusan itu bagus…tapi lebih bagus cepat mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi akibat keputusan kita dan mengetahui pemecahan masalahnya…that’s the hardest thing to do. Berpikir lebih dari 2 langkah kedepan…

Yah gw juga masih belajar untuk bisa seperti itu juga dalam kehidupan…I’m not a perfect person…yaaaa gimana nanti aja deh…

TERISOLASI

August 14th, 2007 by b-man

…TERISOLASI…      (B-man)

Lima tigapuluh pagi bersit sinar mentari lepaskan semua mimpi

Jenuh menggayut sambut hari terasa sepi semakin sunyi…

Terkurung sendiri terisolasi semakin tak peduli apa yang akan terjadi

Terpuruk disini terisolasi terikat diri telah terkunci hati

…Terdiam sendiri…Terdiam sendiri….

Mengupas diri endapkan sepi, sakit kembali tak akan bisa berhenti

Mengoyak hati tancapkan duri, sakit kembali rasaku mati…

Terkurung sendiri terisolasi semakin tak peduli apa yang akan terjadi

Terpuruk disini terisolasi terikat diri telah terkunci hati

…Terdiam sendiri…Terdiam sendiri….

Saat gw ngerasa down gw selalu nyanyiin lagu itu. Lagu yang gw buat waktu nungguin nyokap di rumah sakit saat pagi itu juga gw harus berangkat UMPTN…hasilnya gw nggak lulus UMPTN kok…Alhamdulillah…

Kenapa gw bersyukur? Gw masih bisa nungguin nyokap gw dirumah sakit, ngeliat (alm) ade gw, dan disaat itu juga gw sadar arti suatu keluarga…

Kenapa gw bersyukur? Karena kalo gw lulus UMPTN mungkin hidup gw belum tentu seperti sekarang…gw bersyukur ktemu temen2 yang baek (walaupun pada badung nggak ketulungan), gw bisa ketemu dengan orang2 yang bisa ngertiin gw dan gw juga ngerti mereka…

Kenapa gw bersyukur? Karena sekarang gw bisa nemuin orang yang bisa jadi teman hidup gw, yang gak pernah mengeluh dengan keadaan gw (masa sih??), dan yang pasti orang yang  bersedia menerima gw…

Kenapa gw bersyukur? Karena berarti Dia masih sayang ama gw hambaNya

At this moment…

December 8th, 2006 by b-man

Duduk…sibuk…ngantuk…harusnya mah makan nasi uduk…ah parahh…

Gw liat diluar angin hujan petir…kayanya sih badai kecil…soalnya banyak seng yang pada melayang…kmaren gara2 ujan seperti ini mesin di unit gw rusak parah, kmarennya lagi motor pada kebakar, kemarennya lagi…banyak deh…

Gw kirain ujian hanya ada di sekolah doang…ternyata ujian itu berlangsung selama hidup kita masih hidup ya??? Cuma dua pilihan doang kok kalo nemuin ujian ini…berjuang atau mundur…selama ini sih gw lebih sering maju trus…walaupun selalu dalam langkah2 safe…(ato g punya nyali untuk ngambil jalan radikal??)

Gw jg bingung…maksud gw apa sih ngetik sekarang?? curhat?? kesel?? atau cuma iseng…kayanya sih iseng…

ah kerja lagi deh…

Gue…

August 3rd, 2006 by b-man

Waktu gue kecil, ortu gw sering bilang, "De kamu itu laki2, gak boleh cengeng…ntar kalo cengeng malah dimainin, diledekin, dikerjain mlulu. Laki2 itu harus kuat jangan nyerah …katanya mo jadi tentara…".

Dan sekarang Alhamdulillah gw gak jadi tentara…hehehe…tapi bukan hal itu yang gw maksud. Gw jadi ngerti…emang bener laki2 itu gak boleh cengeng (bukan berarti cewe boleh cengeng!) karena smua hal yang telah gw lalui ngebuktiin kata2 ortu gw…

Bokap gw, almarhum, pernah nasehatin gw untuk ngejalanin hidup tanpa harus maksain diri menjadi seperti orang lain…karena setiap orang itu emang diciptakan berbeda. Jujur pada diri sendiri…hal yang selama ini masih berusaha gw lakukan (masih aja blom bisa…). Dan terima semuanya dengan lapang dada, bukan berarti kita menyerah untuk berusaha.

Waktu SD, Almarhum sering bikin gw nangis saat gw ngerjain PR matematika, bukan karena gw gak bisa ngerjainnya, tapi karena waktu itu gw sering menyerah sebelum gw berusaha menyelesaikan soal tersebut satu per satu…padahal setelah itu gw dengan mudah bisa nyelesein soal2 tersebut dengan mudah…bahkan sampai gw mulai males dan muak dengan pelajaran2 yang berbau hitungan…dia tetap support gw…setelah itu gw sadar mungkin dulu gw terlalu mudah untuk menyerah dan akhirnya nilai2 eksak gw sampai SMA jeblok smua…Beliau gak marah, karena dia tau kalo dia udah berusaha, dan dia yakin gw juga dah berusaha…setelah itu dia membesarkan hati gw…ngebuat gw malu pada diri gw sndiri…ingat kata2nya dulu. Ya dulu gw sering menyerah tanpa mau berpikir sedikit lebih keras untuk menyelesaikan masalah…tapi sekarang gak lagi Pah…anak-mu ini akan terus berjuang dan gak lagi jadi orang yang mudah menyerah…udah terbukti kok… :) Moga2sekarang dia bisa tersenyum ngeliat perubahan gw.

Ibu gw, cuma ibu rumah tangga, bener2 super sabar (walau kadang cerewet…maklumlah namanya juga ibu2) tapi ibu gw orang yang bener2 gw kagumi…ga pernah hilang rasa sayangnya ke gw walau gw kadang (atau sering) badung banget…gak pernah dia berhenti untuk ngingetin gw untuk selalu mensyukuri nikmat yang udah diberikan ma Allah…yup dia sabar dan sering ngebuat gw sadar kalo gw hidup atas kehendak Yang Kuasa.

Kakak gw, pejuang yang tangguh, ga pernah kenal lelah demi keluarga…dia gak pernah menyerah walau banyak halangan yang yang ada didepannya.Gw gak pernah bisa berenti kagum ma perjuangannya. Tabah dalam menghadapi cobaan dan tegar.

Gw (cie…) masih seperti ini…yang masih ngebenci pelajaran eksak…tapi gak akan nyerah saperti dulu…karena gw tau tiap masalah pasti ada penyelesaiannya selama kita mau berusaha, gigih, sabar dan selalu ingat kalo masih ada Yang Maha Pintar…

Salah hitam…

May 30th, 2006 by b-man

Warna hitam kadang gak disukai ma orang2…mungkin karena konotasinya sebagai suatu keburukan, jahat, gelap, atau aliran sesat…Padahal hitam menurut gue warna yang bisa ngebuat tenang, netral, dan warna yang selalu ada dalam hidup ini.

Itulah anggapan orang…seperti juga hidup ini…kalau kita terus ngedengerin apa kata2 orang lain, kayanya sih spanjang hidup kita gak bakalan tenang. Soalnya terkadang orang hanya menginginkan kita menjadi seperti yang mereka inginkan..dan kalo ngga bisa berarti orang itu dianggap jelek…pokoknya ga sesuai dengan kriterianya.

Terkadang orang juga nganggap gue gak pernah serius…knapa??? Apa karena gw seneng bercanda? Apa krn gue lebih seneng nyelesein target dengen cara gw sendiri? Karena gue gak bisa jadi seperti yang mereka inginkan?

Man…ga pernah habis pikir gue itu yang sering gue temuin, bahkan orang yang bener2 deket ma gue juga nganggep gue ga serius dengan omongan2 gw…sebenernya dengan anggapan mereka yang seperti itu berarti gue ga bisa dipercaya ya???

Tapi…apakah selama ini gue ngecewain mereka dengan kerjaan gue yang selalu gue usahakan sesuai dengan target, dengan tindakan gue, bahkan kalo dipikir2 ma gue…ngapain juga gue ngelakuin semuanya…kalo anggapan mereka juga ga mungkin berubah…karena gua ga ngikutin jalan mereka…

Seperti warna hitam…yang selalu dipersalahkan…karena warnanya gak cerah, monoton, gelap…tapi kalo gak ada warna hitam semua warna lain gak bisa jadi warna yang cerah kan???